Rabu, 10 Juli 2013

SIFAT- SIFAT BENANG DAN SIFAT- SIFAT KAIN DARI BENANG ROTOR ATAU RING SPINNING

   



Yarn and Fabric Properties

Sifat- sifat Benang dan Kain  

Perbedaan Structural Antara Benang Spun Rotor-& Ring Spinning 


  • Perlu diingat bahwa benang benang Ring spinning. memiliki PUNTIRAN AMPLOP [Twist pada serat dari luar ke dalam], sedangkan benang Rotor spinning -memiliki TWIST INTI [ Twist serat dari dalam keluar].
  • Benang pintal Rotor karena itu lebih produktif, lebih terbuka & lebih kasar dari benang pintal Ring spinning.
  • Serat di lapisan luar benang pintal Rotor Spinning, sebagian bisa lepas ketika terjadi putaran selama proses twisting & karena itu twist dapat terbuka kembali.
  • Dengan demikian benang Rotor spinning memberikan kontribusi yang relatif sedikit untuk kekuatan benang & dapat lebih mudah terbentuk slub ketika terjadi gosokan axial.
  • Benang pintal Rotor umumnya membutuhkan lebih banyak twist dibanding benang Ring spinning.
  • Selain itu, serat dalam benang Rotor spinning kurang sejajar dibandingkan pada benang Ring spinning.

  • Struktur Inti Twist & tingkat kesejajaran yang rendah adalah penyebab kekuatan (strength)  lebih rendah pada benang Rotor spinning-, & juga menyebabkan beberapa perbedaan karakter lain.
  • Peran bentuk penutupan serat juga tidak boleh diabaikan, tetapi kurang penting dibanding peran-peran yang disebutkan di atas.
  • Karakteristik positif dari benang Rotor spinning-menjadi lebih ditandai dengan semakin pendeknya serat dalam untaian.
  • Bagian berikut akan menunjukkan perbedaan yang paling penting dalam karakteristik benang Rotor-& benang Ring spinning [dari kapas Carded].

Sifat- sifat Rotor-spun yarn dibandingkan dengan ring spun yarn

Properties

Rotor Spun Yarns Compared With The Ring Spun Yarns


Kekuatan Tarik/ Breaking strength.
Lebih rendah

Coefficient of variation of strength
Lebih baik

Daya Mulur/ Elongation at break.
Sering lebih tinggi

Mass irregularity [over short lengths] 
Lebih baik

Ketidak Sempurnaan/ Imperfections
Lebih rendah
VolumeLebih besar
Daya Tahan Gesek/ Resistance To AbrasionLebih baik
Kekakuan/ StiffenessLebih tinggi
PeganganLebih keras

NILAI  ESTETIKA

PermukaanLebih kasar
Derajat buluLebih rendah
KilauLebih redup

Perbedaan Penting Pada Proses Lanjut


Tendency membentuk slub pada axial force.
Lebih besar
Coefficient Of FrictionLebih tinggi
Knot (Loop) StrengthLebih rendah
Daya Tahan Gesek/ Resistance To AbrasionLebih baik
HairinessLebih rendah
Tendency To SnarlLebih rendah
Work Capacity Under Cyclic LoadingLebih tinggi
Kapasitas Penyerapan Zat WarnaLebih tinggi
Benang Putus Di WarpingKurang dari 50%
Sambungan Setelah WindingKurang dari 15-17 /Kg.
Putus Lusi Di WeavingKurang dari 70%
Putus Pakan Di WeavingKurang 25%

SIFAT KAIN

Kekuatan TarikKurang
Kekuatan SobekKurang
Bursting StrengthKurang
PenampilanLebih seragam
BarringSangat lebih baik
Penutupan10% Lebih baik
KebersihanLebih baik
Jumlah NepsLebih sedikit Neps
Daya Tahan Gesek/ Resistance To Abrasion5-7% Lebih baik
PeganganLebih kasar dan renyah
Daya Menahan Panas/ Thermal Insulation10-15% Lebih baik
Air Permeability15-25% Lebih baik
Daya Serap AirSangat lebih baik
Daya Serap ObatLebih baik
MengkeretSama
RaisingsLebih mudah dan lebih seragam

Dari semua data diatas, maka kain- kain untuk kebutuhan Industri seperti kain tenda dsb yang tidak membutuhkan kelembutan, maka benang Rotor Spinning mungkin dianjurkan untuk menjadi pilihan bahan bakunya karena jumlah neps dan imperfection lebih kecil dibanding benang Ring Spin.
Translated by: H.Khaeruddin Khasbullah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar