Jumat, 14 Desember 2012

NOMOR BENANG


IV.  SYSTIM PENOMERAN & FISIK/ MUTU  BENANG.


Agar semua proses pembuatan kain/ bahan tekstil bisa dihitung dan direncanakan secara exact, maka ditentukanlah system penomeran benang.

Perlu diketahui bahwa kehalusan/ Fineness (masa benang/ bakal benang) diukur dengan nilai Tex, yaitu masa benang dibanding dengan panjangnya,. Tex ini biasa dipakai hanya untuk individual fibres (serat tunggal).


 

                    1 gr                   
            1 Tex    = ----------  
                              1000 m
 

                              1 mg
             1 mtex  = ---------
                              1000 m
 

                              0, 1 gr
            1 dtex    = -----------
                              1000 m
 

                              1000 g
             1 Ktex  = ----------
                              1000 m


IV.1.  Dua Jenis Sistem Penomeran Untuk Benang:


Sedangkan untuk benang yang sudah jadi, digunakan sytem penomeran yang lain seperti akan diterangkan dibawah ini:

Ada dua system penomeran benang, yaitu:

1        Sistem langsung, dimana makin BESAR nomer benang, berarti makin BESAR diameter benang nya. Ini biasanya dipakai untuk penomeran  benang- benang FILLAMENT YARN.
2        Sistem tak langsung, dimana makin BESAR nomer benang, berarti makin KECIL diameter benang nya. Sistim ini digunakan untuk benang benang SPUN YARN.

IV.1.a. Sistem langsung.

Berat dicari untuk suatu panjang tertentu, yang sudah ditetapkan.
Misalnya : No. Tex (tex), yaitu berapa gram tiap panjang benang 1 km.
                  No.Denier (den/d), yaitu berapa gram tiap panjang benang 9000 m.
                  No.Decitex (dtex), yaitu berapa gram tiap panjang benang 10,km.



IV.1.b.  Sistem tak langsung.

Panjang dicari untuk suatu berat tertentu, yang sudah ditetapkan.
Misalnya yang saat ini banyak dipakai adalah N(ew) e(nglish) Count:

No. Ne1 (untuk benang spun), yaitu berapa kelipatan 840 yards untuk tiap berat
                 1 pounds (0,453 kg)
No.Ne2 (untuk benang worsted), yaitu berapa kelipatan 560 yards untuk tiap
                 berat 1 pounds (0,453 kg)
No.Ne 3 (untuk benang linen), yaitu berapa kelipatan 300 yards untuk tiap berat
                 1 pounds (0,453 kg).
            No.Nm  (untuk benang spun),  yaitu berapa kilo meter panjang benang tiap berat
                             1 kilogram benang.

                 BASIS SYSTEM PENOMERAN LANGSUNG
                    (sebagian system sudah jarang dipakai lagi)


No

Jenis benang

System

Symbol No

Basis
Persamaan umum
(Berapa berat persatuan panjang

1



2



3



4




5




6



 

7




8






Benang syntetis / fil         lament (nylon, polyester dll).

Raw silk (dram silk).



Semua benang



Semua benang




Semua benang




Semua benang




Benang jute (kasar)




Benang Woolen


Titer
Denier


Drahm
(dirham)


Grey
(A.S.T.M)



Tex/mer
English



Integral




Poumar




Spyndle




American

Td



Drahm




TG / Gx



Tm/ tex



T1





Tp




Ts




Grain

Denier / 450 m
      Atau
 Gram/ 9000 m

Drahm/1000 yds




Gram / 10.000 m



Gram / 1000 m




Lbs/ 700.000 yds
          atau
gram / 100 yds.

Lbs/ 100.000 yds




Lbs/ 14.400 yds
          Atau
Ounce/ 900 yds
  ( 1 OZ = 28,3 gr)

Grain / 20 yds
         9000 x gr
Td = -------------
           Meter

           1000 x drahm
Dram = ---------------
                 Yards


         10.000 x gram 
Tg = ----------------
               Meter

           1000 x gram
Tex = ----------------
                Meter


        700.000 x Lbs
Ti = -------------------
                Yds


         100.000 x Lbs
Tp = ------------------
                Yds

        14.400 x Lbs
Ts = ------------------
                Yds


          140.000 x Lbs
Grain = ---------------
                 Yds


                 BASIS SYSTEM PENOMERAN TAK LANGSUNG
                          (sebagian system sudah jarang dipakai lagi)



No


Jenis benang


System


Symbol No
Basis
Satuan panjang (hank), kelipatan dari panjang tertentu

Persamaan umum
(Berapa persatuan panjang tiap berat tertentu)

1



2



3



4



5



6


 


7


8




Benang Spun – kapas, rayon- silk spun.


Benang kasar (Worsted yarn)- Mohair, camel, alphaca.

Linen, yute, rami, henp (wet spun).


Woolen yarn



Woolen yarn



Kapas, spun rayon




Semua benang


Semua benang

Inggris



Inggris



Inggris



Inggris



Run



Perancis




Metrik


Typp

Ne β 1



Ne 2



Ne 3



Ne 4



Run



Nf
(f= Franc)





Nm


Nl

840 yds / 1 lbs



560 yds / 1 lbs



300 yds / 1 lbs



256 yds / 1 lbs



1600 yds/ 1 lbs



1000 m/ 500 gram
= 1000 m /  0,5 x 1 kg
= 1000 m /  0,5 x 1000 gr
= 1 meter / 0,5 gr



1 meter / 1 gram


1000 yds / 1 Lbs



                 yds
Lbs = -----------------
           840 x Ne 1

                yds
Lbs = -----------------
            560 x Ne 2

                 yds
Lbs = -----------------
           300 x Ne 3 

                 yds
Lbs = -----------------
           256 x Ne 4

                 yds
Lbs = -----------------
            1600 x Run

         0,5 x meter
Gr = -----------------
               Nf


            1 meter
Gr = -----------------
                Nm
                yds
Lbs = ----------------
           1000 x Nl


IV.2.   Benang single dan benang double, atau benang ganda lainnya.

Untuk mendapatkan sifat- sifat tertentu, misalnya kekuatan dan daya tahan gesek,
      benang single kadang di doubling, baik dua helai atau lebih  menjadi satu benang.
      Penomerannya dibedakan untuk nomor langsung dan nomor tak langsung.

      Adapun arah twist dari benang single biasanya adalah Z-direction, sedang pada    
      benang double adalah kebalikan dari arah putaran twist benang single, yaitu S-
      direction. Lihat ilustrasi berikut:

  
    
      Pada saat digandakan, maka benang menjadi beberapa kali lipat dari besar
      benang semula. Ini tentu berakibat nomornya berubah sesuai dengan nomor asal
      dan jumlah penggandaannya.

      Untuk penomeran langsung : No x n. Artinya benangnya makin besar setelah di
      Double, sesuai dengan besaran nomer nya.
    
      # Misal 1: 2 helai benang filament 150 denier digintir jadi sehelai benang.
      Berapakah nomor sekarang?
    
      Jawab: Nomor sekarang No x n  = 150 x 2 denier.= ~ 300 d

      Untuk penomeran tak langsung : No / n. Artinya benang makin besar maka
      nomernya makin kecil.
    
      # Misal 2: 3 helai benang spun Ne 45 dipintal jadi satu. Berapakah nomor
         sekarang?

      Jawab : Nomor sekarang No / n = Ne 45/3 = ~ Ne 15.

      # Misal 3: Benang Nm 40, aslinya 1 kg cones panjang 40. km.
      Setelah 2 helai benang di doubling, 1 kg cones panjangnya berapa km?
   
      Jawab: Nomornya menjadi Nm 40/ 2 = ~ Ne 20.
      Maka berat 1 kg benang, panjangnya = 20. km.



IV.3.  Daftar konversi.

Untuk memudahkan dalam pemakaian se- hari hari, berikut ini diberikan daftar / table konversi masing- masing system penomeran benang, yang sampai saat sekarang ini masih dipergunakan didunia tekstil.
          
    Cari         Diketahui à        
Count
Tex
dtex
Ktex
Td
Nm
Ne1β
Nf
Nc
Tex
-
dtex
10
Ktex*1000
Td
9
1000
Nm
590*50
NeB
500
Nf
566
Nc
dtex
Tex*10
-
ktex*
10.000
Td
0,9
10.000
Nm
5905
NeB
5000
Nf
5660
Nc
ktex
Tex
1000
Dtex
10000
-
Td
9000
1
Nm
0,5905
Ne B
0,5
Nf
0,566
Nc
Td
Tex*9
dtex*0,9
ktex*
9000
-
9000
Nm
5315
Ne B
4500
Nf
5094
Nc
Nm
1000
Tex
10.000
dtex
1
Ktex
9000
Td
-
Ne1 B  *1,6934
Nf*2,0
    Nc
0,566
Ne1 β
590
Tex
5905
dtex
0,5905
Ktex
5315
Td
Nm*
0,5905
-
Nf*
1,181
Nc
0,9584
Nf
500
Tex
5000
dtex
0,5
Ktex
4500
Td
Nm*0,5
Ne1 B *0,8467
-
Nc
1,132
Nc
566
Tex
5660
dtex
0,566
Ktex
5094
Td
Nm
* 0,566
Ne 1 B *  0,8467
Nf* 1,132
-
                 (Lihat: Sen Gupta: Weaving Calculation. Part A.P.37; Almanac. SKF.GmbH.1991.P.34 35).
Contoh: 150 Td (denier( = 5315/Td = 5315/150 = Ne .1   35.43
            Note: Ne β (English Count) biasa ditulis Ne 1 atau Ne saja.

IV.4.a.  Daftar Konversi panjang yang sering dipakai didunia tekstil.


Hal

Cari  à

Inchi

(In)

Feet

(Ft)

Yards

(yds)

Hank

Centi meter (Cm)

Meter

(m)

Kilo
Meter
(km)
In
1
1/12
1/36
0,000033
2,54
0,0254
0.0000254

Ft

12
1
1/3
0,0004
30,5
0,305
0,000305
Yds

36
3
1
0,00119

91,4
0,914
0,000914
Hank

30240
2520
840
1
76.760
767,6
0,7676
Cm

0,394
0,0328
0,0109
0,000013
 1
0.01
0,00001

M

39,36
3,2808
1,0936
0,0013
100
1
0.001
Km

39.360
3.280
1.093,6
1,302

100.000
1000
1


IV. 5.  Contoh penggunaan daftar/ table konversi nomor benang.

  1. Contoh 1:Ada benang filament no 150 denier (Td 150). Berapakah nomor Ne nya?
Rumus: Ne = 5315  = 5315 / 150 = Ne 35,43.
                         Td

  1. Contoh 2: Ada benang spun no Ne1  45 s. Berapakah nomor Nm nya?
Rumus: Nm =  Ne    = 45 / 1,693 = Nm 26,56.
                       1,693

  1. Contoh 3: 2 helai benang filament 75 denier di double. Berapa nomor
      Ne nya?
      Jawab: Nomor benang filament setelah di double menjadi 75
      x 2 denier = ~ 150

      Rumus denier (Td) ke Ne = 5315/ Td = 5315/ 150 =
      Ne ~ 35,43

  1. Contoh 4: Benang Nm 20. Berapakah Nomor Ne nya?
Rumus : Ne = 1,693 x Nm…..1,693 x 20 = Nm 33,86.
    
IV.6.  Diameter benang.
 


Rumus diameter benang secara singkat adalah       __  1___  
                                                                               26,1.V Ne
 

      Rumus tersebut ditemukan dengan mencari terlebih dahulu luas
      penampang benang dengan cara sebagai berikut:

      Sebuah benang yang dianggap berpenampang padat dan bulat dengan dimensi sebagai
      berikut:

a.     Panjang =……………….…P (yards) =  36 P (Inchs).
b.      Berat =…………………….……………B (Lbs).
c.      Diameter benang =…………..………….d  ( inchs).
d.      Berat Jenis dalam satuan metric =………Dm (gr/ cm³)
e.       Berat Jenis  dalam satuan Inggris =……..De (lbs/ In³)
f.      De = 0, 0361 Dm)
g.       Nomer benang=…………………………Ne.
h.     Luas penampang benang=………………L (in²).
i.        1 untaian benang system Inggris………..U.= 840 yards.



Maka:

Luas penampang benang (L) =  ¼πd² (in²)……….………..(a)

Volume benang (V) =  ¼πd² x 36 x P (In³)……………..….(b)

Berat benang (B) = ¼πd² x 36 x P x  0, 0361 Dm (lbs)..…...(c)

Pada sytem penomoran tak langsung (system Ingris) dimana satuan beratnya tetap, maka:

            P
N = ------------ ………………………………….…………..(d)
        B X U 

            P
B = ------------ ………………………………………………(e)
        N X U

Persamaan (b) disubstitusikan ke persamaan (c) menjadi :

        P
 ------------ =  ¼πd² x 36 x P x  0, 0361 Dm (lbs)……………(f)
    N X U 

Bila factor P dihilangkan dari kedua sisi, persamaannya menjadi:

        1
-------------- = ¼πd² x 36 x  0, 0361 Dm (lbs)…………………(g)
    N x U
                                           1
Maka :  ¼πd² = ------------------------------------   
                             36 x 0,0361 x N x U x Dm
                               1
d²  = ---------------------------------------- ………………………..(h)
          ¼π x 36 x 0,0361 x N x U x Dm

                0,990
d²  = --------------------- …………………………………………(i)
             N x U x Dm
                                                         0,990 ~ 1
Maka : d (diameter benang) = -------------------------- …………..(j)
                                                      √N x U x Dm

Dimana bila U (840 yds) dan Dm bila diakar akanmenemukan angka 26,1 ;

                                                                    1
Maka rumus diameter benang : d = -------------------- 
                                                             26,1  √ Ne
                                
Dimana untuk masing- masing jenis benang yang memiliki karakteristik dan berat jenis benda yang berbeda- beda, ketepatannya dikoreksi dengan Correction factor berikut:

Benang filament…………………….…..= - 5  % dari rumus.
Benang kapas,linen, sutera ………….….= - 8  % dari rumus.
Benang worsted dengan twist biasa…….= - 10% dari rumus.
Benang worted dengan twist lembut……= - 14% dari rumus.
Benang woolen dengan twist biasa……..= - 15% dari rumus.
Benang woolen dengan twist lembut……= - 20% dari rumus.

(Lihat: Textil design Part II .P. 9. ITT.  Bandung).


IV.7.  Twist per inchi / Twist per meter.


Benang spun diberikan twist sesuai nomor dan peruntukannya. Secara mathematic, twist yang diberikan adalah:
 

                      T.P.I  =  αe √ Ne
 

Dimana: T.P.I = Jumlah puntiran / inchi
              αe =  Twist multiplier (konstanta twist) untuk Ne
              Ne = Nomor New English/ British count (Ne β)
Atau:
 

                      T.P.M = αm √ Nm
 

Dimana: T.P.M = Jumlah puntiran per meter.
              α m = Twist multiplier (koefisien puntiran)  untuk Nm
              Nm = Nomor metric.
Atau:
                                    `α tex            pspm
                      T.P.M = ---------  = -------------
                                    √ tex                L
 

Dimana: L = penuapan dalam meter/ menit.
              Pspm = putaran spindle / menit.

Berikut ini konversi koefisien puntiran (twist multiplier) menurut Koechlin:

         Diketahui
Dicari
`α m
`α tex
αe

α m

α tex

α e

           ---

`α m * 31,6

`α m * 0,033



`α tex* 0,0316

           ----

`α tex* 0,00104

`α e* 30,3

`α e* 957,5

         ---



Dibawah ini daftar koefisien puntiran menurut Koechlin:

Jenis benang
Koefisien (α)
Lusi                Pakan              Rajut
Kelompok
Sistim nomor

Cotton

Short

Medium

Long

Cotton

Short

Medium

Long

Cotton

Short

Medium

Long



---------------------------------------------------

3790- 4740      3160- 3630                 --

3630- 4270      2840- 3320       2370- 2840

3160- 3630      2370- 2840       2050- 2530

---------------------------------------------------

3,9    -  4,9        3,3   -   3,8                --

3,8   -   4,6        3,0   -   3,5       2,5    -   3,0

3,3   -   3,8        2,5   -   3,0       2,1    -   2,6



120  -   150       100  -   115               --

115  -   135         90  -   105       75    --  90

100  -   115         75  -     90        65   --  80 




α tex
(twist / 31,6  m)




α e
(twist / inchi)


α m
(twist . meter)
Bisa juga dengan
hitungan:
TPM = hasil TPI  x 39, 37
Catatan: untuk benang doubling, nilai koefisien adalah 80% benang single nya.

IV. 7. a.  Tabel twist khusus untuk benang rayon menurut formula M.
               Mathes:
                                                    A     x    B     
Rumus M.Mathes :    TPM = ----------------
                                                          10

FACTOR   A

Kehalusan serat rayon dalam dtex  1,11   1,33    1,66  2,22   2,77   3,3   4,16   5,55  
Kehalusan serat rayon dalam den    1, 0    1,2      1,5    2,0     2,5     3,0   3,75   5,0
                                                               .         .          .        .         .         .       .         .
Jenis benang:                                        .          .          .        .         .         .       .         .
                                                               .         .           .        .        .          .       .         .
Rajut………………………………....50       54       60     66      70       74    77      81
Pakan……………………………..….55       60       67     73      78       81    85      90
Medio………………………………...58       63       70     77       82      86    90      95
Lusi……………………………….….64       70        78     85      91      95    100    105
Lusi (keras)………………………..…67      74        82     90      96      100   105   110
Factor  B

Panjang Staple serat rayon         24       30      34      40      50      60
               (mm)                          
dtex …………Nm
   !                      !
840                   12…………………48      44       42      40     38       36
720                   14…………………53      49       46      44     41       39
640                   16…………………57      53       50      47     44       42
560                   18…………………62      57       54      51     47       45  
500                   20…………………66      60       57      54     50       48
420                   24…………………74      67       63      59     55       53
360                   28…………………82      74       69      65     60       67

                       dst. Lihat SKF Almanac. GmbH. P.47

IV.7.b. Contoh- contoh perhitungan:

  1. Contoh 1:
Diketahui    : Pabrik benang akan membuat benang lusi Ne 1. 45s.

Ditanya       : Berapakah twist yang harus diberikan (TPI) ?

Jawab         : α e untuk benang lusi = 4.

                  TPI = αe √ Ne  =   = 4 √ 45

                             = 26,83 twist / inchi.

  1. Contoh 2:
Tanya         : Benang tersebut kemudian di doubling.
                                 Berapa twist yang harus diberikan.

Jawab         : Benang Ne 45s setelah di doubling menjadi Ne 45/2 ~ Ne 22,5

                                 TPI = αe √ Ne
 
                                 = 4 √ 22, 5  x 80% = 18,97 x 80% = 15,17 twist / inchi.


  1. Contoh 3:
Diketahui    : Suatu pabrik akan membuat benang rayon dengan nomor 360 dtex. Untuk
                                  lusi (warp).
                                : Panjang serat 40 mm. Kehalusan  serat = 1, 66 dtex.
  1. Contoh 4:
Tanya         : Berapa TPM puntiran yang bias diberikan?

Jawab         : Kehalusan serat 1, 66…factor A = 78
                                 Nomor yang akan dibuat 360 dtex,,,,,factor B = 65
                                 Maka twist per meter =

                                               78  x  65
                                 TPM = ------------- = 507 twist/ meter.
                                                    10

IV.8.  Hubungan putaran poros spindle dengan kecepatan putaran
             front roll serta twist  yang dihasilkan pada mesin ring spin.

 

                         Kecepatan putaran poros spindle ( kali/ menit)
             TPI = ---------------------------------------------------------
                         Kecepatan penguluran front roll ( inchi/ menit)
 



 
Contoh : Kecepatan putaran poros spindle = 12.000 putaran/ menit
                Kecepatan penguluran front rol pada mesin ring spinning
                = 448 inchi menit.
                                           12.000
                Maka TPI nya = ---------  =  26, 8 twist / inchi,
                                                      448

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar