Jumat, 14 Desember 2012

II. BAHAN BAKU TEKSTIL


II. BAHAN BAKU TEKSTIL
1. Jenis serat.

Benang adalah hasil dari disusun/ dipintalnya sejumlah serat secara memanjang dengan ketebalan tertentu.
Harus kita kenal terlebih dahulu sebagian jenis dari serat serat yang biasa dipakai untuk membuat seuntai benang, yaitu:

1.1.Serat Alami :

            1.1.a. Dari Tumbuhan
1        Dari batang, seperti serat sisal untuk karung goni
2        Dari serat daun seperti Sisal dan Manila Hemp.
3        Dari buah, seperti sabut kelapa, juga untuk karung goni
4        Dari Isi buah seperti serat kapuk untuk bantal
5        Dari serat bunga seperti serat kapas untuk baju.
6        Dll.

                                        Gambar: Kapas (Cotton)
            1.1.b. Dari Hewan
1        Bulu , seperti bulu domba/ unta  untuk kain wool.
2        Alphaca, Casmhere, Mohair Rabit Hair, dll.
3        Kulit yang diproses, sehingga nyaman dipakai seperti jaket kulit.
4        Kepompong, seperti serat sutera untuk kain wanita

                                    Gambar: Ulat sutera dan kepompong

          1.1.c. Dari Bahan Tambang
1        Serat Asbestos untuk baju tahan api.
2        Serat Gelas, untuk bahan isolator panas
3        Serat metal
4        Rock fibre
5        Slag fibre.
6        Dll.


      Gambar: Menambang Asbestos

1.2. Serat rekayasa (Regenerated Fibre), Yaitu bahan dasarnya alam, tetapi
               direkayasa menjadi serat tertentu.

      1.2.a. Cellulose :
1        Serat Rayon, untuk pakaian
2        Serat Cupra
3        Serat Nitro cellulose, dsb

      1.2.b. Protein     :
1        Serat kedelai, juga untuk pakaian
2        Serat Casei, serat Zein..dsb
3        Dll.



1.3. Serat Semi- Synthetic

      1.3.a. Cellulose : Serat Acetate
1        Serat Tri Acetat
2        Serat Acetylized Acetate
3        Dll.
       1.3.b. Lainnya   
1        Serat Chlorida Rubber
2        Serat Rubber Chlorat.

1.4. Serat Buatan Penuh (Full Synthetic/ Man Made Fibre)

    Yaitu serat yang dibuat secara kimia, kemudian diproses/ dipintal menjadi benang.
1        Serat Polyamida              : Nylon 66- 6- 610- 11 dan lainnya.
                                              Untuk kain payung, parachute, dsb.
2        Serat Poly- acrylo nitrile : Serat Acrylic
                                              Serat Modacrylic
1        Serat Polyester, untuk pakaian dan segala keperluan.
2        Serat Polyvinil alcohol.
3        Serat Polyvinyilidene Chloride.
4        Serat Polystyrene
5        Serat Polypropilene
6        Serat Poly urethane, untuk benang spandek untuk keperluan kain fashion.
7        Serat Poly ethylene, untuk karung palstik
8        Dll.
(Lihat: Toyobo: Textile Fibre, Japanese, English Edition)

2. SPUN YARN DAN NON SPUN YARN.

Benang sebagai bahan baku utama proses pembuatan kain secara garis besar diproses dengan menggunakan 2 (dua) cara, yaitu :

2.1.Proses Pemintalan atau penggintiran / Spinning Proces, benangnya disebut: SPUN
      YARN.   Inipun menggunakan aneka system spinning, yaitu:

       - System Ring Spinning,


       - System Rotor Spinning 


Fibre ditembakkan kearah permukaan PIRINGAN ROTOR yang berputar amat cepat sehingga terbentuk menjadi sehelai benang dengan twist tertentu dan langsung digulung pada sebuah Cylinder Cheese.

  - System Jet Spinning’


   
Fibre diberikan puntiran dengan menggunakan semburan angin bertekanan (AIR JET) sehingga terbentuk menjadi sehelai benang dengan twist tertentu dan langsung digulung pada sebuah Cylinder Cheese.

  - System Vortex Spinning


     
Fibre diberikan pusaran angin dengan kecepatan tinggi (VORTEX) sehingga terbentuk menjadi benang dengan twist tertentu dan langsung di gulung pada sebuah Cylinder Chees.
    
            Note: 
     Keunggulan pembuatan benang dengan menggunakan methode Jet Spinning atau methode Voretx adalah
    benang yang dihasilkan melalui system ini jumlah Neps lebih sedikit sehingga sangat cocok untuk kain kain
    industri yang tidak mementingkan kelembutan kain.

    PROSES RING SPINNING.

    Pada System Ring Spinning, serat benang mengalami proses- proses berikut,
    yaitu:

          - Blowing/ Bale breaker, dimana packing serat dibuka, dan serat dicabik- cabik
            dari gumpalannya, kemudian pada kasuss serat campuran, seratnya di MIXER
            sesuai yang dikehendaki.

          - Carding, dimana serat disejajarkan satu persatu dengan jarum- jarum Carding,
            dan kemudian dibentuk menjadi sebuah benang besar yang belum padat, disebut
            SLIVER. Besar ukuran benang tersebut pada proses ini kurang lebih sebesar
            lengan orang dewasa.

          - Drawing , dimana benang- benang sliver dari hasil carding, disatukan  ditarik dan
            diberikan pilinan (twisting), dengan tujuan agar setiap kelemahan yang terjadi
            pada hasil carding, bias tertutup oleh sliver yang lain, sehingga makin banyak
            drawing, benang akan makin rata.
                          
     - Lap former

           - Roving
      
           - Ring spinning

           - Winding
    
     - Heat setting

           - Packing

2.2.NON SPUN YARN adalah sistem pembuatan benang dengan dengan tidak mengalami proses penggintiran, Seperti: Benang filament (FF / flat filament) atau benang Draw texture Yarn (DTY).



3. INTERMINGLE NON INTERMINGLE


Khusus pada benang benang filament, dikenal istilah INTERMINGLE, yaitu suatu proses dimana dibeberapa titik pada serat serat tersebut direkayasa (dengan menggunakan nozzle dan angin) agar serat serat tersebut seperti di bebat di beberapa tempat.
Dalam hal ini sebagai contoh ada beberapa istilah yang dipakai ( di PT. INDORAMA), yaitu:

- CO IM    (Co intermingle), benang tidak dilakukan intermingle proses.
- LIM        (Low Intermingle), ada intermingle pada 40 titik/ meter…Biasa utk knitting.
- SIM        (Soft Intermingle), ada intermingle pada 60 titik /meter...Biasa untuk pakan.
- IM          (Intermingle ), ada intermingle pada 100 titik/ meter.
- SUM       (Super Intermingle), ada intermingle pada 115 / meter. …..Biasa untuk lusi.

Catatan:

Setiap pabrik benang memiliki istilah sendiri tentang Intermingle dan Non Intermingle Fillament ini





Catatan:
Diijinkan untuk mengutip sebagian kecil artikel ini--tidak boleh seluruhnya -- untuk dimuat di situs lain dengan menyebutkan link dan sumber. Apabila ditemukan copy/paste seluruh artikel atau tanpa menyebutkan sumber, akan diajukan ke DMCA Google Complaints supaya di-banned dari Google search. Harap maklum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar