Senin, 06 Mei 2013

MENENTUKAN BESARAN WASTE

MENENTUKAN BESARAN WASTE
Oleh: H.Khaeruddin Khasbullah



Sering seorang manager melupakan masalah besaran Waste (sisa sampah produksi) yang terbuang, misalnya waste benang Catch Cord. Sepintas benang Catch Cord seperti tidak berarti. Padahal nilainya sangat signifikan bila kurang kontrol. 

Waste adalah sisa produksi yang pasti ada pada setiap produksi, namun besarannya bisa di kendalikan agar tidak terjadi pemborosan. Untuk mengetahui apakah pabrik yang kita kelola menciptakan waste yang proporsional atau tidak, kita perlu menghitung dan membuat batasan TARGET WASTE yang diperbolehkan. Angka diatas target berarti adanya pemborosan, sedangkan angka dibawah target berarti sebuah penghematan.

Cara Menentukan Prosentase Besaran Waste

Misal:

Jenis Konstruksi kain, misal: TC 45 x TC 45 x 110 x 72 x 60"
Pemakaian benang lusi = (110 x 59 x 60)/ 45 x 88   = 98.33 gram/ meter
Pemakaian benang pakan = (72 x 59 x 60)/ 45 x 90 = 62.93 gram/ meter.
                                                                           161.26 gram/ meter

1. Standart Catch Cord Lusi = 6 helai.
    Standart benang yang dipakai 40/2, dipilih dari benang murah.

    Waste catch cord lusi = 6/ (840 x (40/2) x 0.453 x 1000 gram = 0.162 gram/ meter

2. Standart panjang Catch Cord pakan = 5 cm = 0.05 m

    Waste catch cord pakan = 0.05 x 1.094 x 36 x 72 x 0.453 x 1000 / (840 x 45) = 1.701 gram/meter

3. Waste lusi standart = 0.95% = 0.95% x 98.33 gram/ meter = 0.9341 gram/ meter

4. Waste pakan standart = 0.05% = 0,05% x 62.93 gram/ meter = 0.0314 gram/ meter.

Total waste = 0.162 + 1.701 + 0.9341 + 0.0314 = 2.8285 gram/ meter.

MAKA TARGET WASTE = (2.8285/ 161.26) X 100% = 1.75%, tidak termasuk aval kain/ B- Grade.

Dengan cara yang sama kita hitung semua konstruksi kain yang sedang dibuat, dan kemudian procentasi target waste dijumlah dan dibagi jenis konstruksi yang ada secara proporsional.

Catatan: makin lebar kain yang dibuat, makin kecil waste total nya karena waste catch cord pakan panjang nya tetap, dibagi lebar kain.

Menghitung waste Catch Cord.

Benang waste Catch Cord adalah benang pakan yang ditangkap oleh benang Catch Cord agar tidak memantul masuk kedalam kain yang dapat menimbulkan cacat serius pada kain.Benang ini dibuang dan dijual dalam bentuk sampah produksi (waste) dengan harga yang sangat murah. Dalam buku- buku panduan mesin tenun, ditentukan setting panjang Catch Cord yang baik adalah 5 (lima) centimeter. Seringkali tanpa adanya control dan management yang baik, panjang Catch Cord jauh melampaui standart yang berakibat pemborosan yang cukup signifikan.

Contoh:

Benang buangan Catch Cord yang seharusnya maximum 50 mm ternyata di setting salah menjadi sepanjang 60 mm.

Berapakah nilai pemborosan yang terjadi dalam satu bulan (30 hari) bila:

- Rpm mesin = 585 dan jumlah mesin tenun = 239 mesin.
- Benang pakan PE 30.s.
- Harga benang PE 30.S per lbs = Rp 9.800?

Jawab:

Kelebihan = 60 mm – 50 mm = 10 mm = 1 Cm = 0.01 meter.

                                                              585  x  60  x  24  x  0.01                                                       
Panjang TOTAL kelebihan yang dibuang=  -------------------------------- x 0,90 x 239 mesin
                                                                          0.9144
= 1.981.629 yds benang perhari kerja.

                            1.981.629    
Berat benang =  ---------------  lbs/ hari  =  78.63 lbs/hari.
                           30.s  x  840

                                   1.981.629  x  0.914
Dengan rumus lain = -------------------------  kg  =  35.660 kg  x  2.2045  lbs = 78.63 lbs
                                        30  x  1.693

Pemborosan perbulan = 78.63  x  30  x  Rp 9.800 = Rp 23.000.000 (dua puluh tiga juta rupiah)/ bulan.

Maka pemborosan buangan benang Catch Cord/ tahun bila panjang buangan Catch Cord nya lebih 1 cm dari standard  adalah = Rp. 23.000.000;  x  12  =  Rp. 277.000.000;  (dua ratus tujuh puluh tujuh juta rupiah)/ tahun.!! Sungguh nilai yang tidak kecil.




Catatan:
Diijinkan untuk mengutip sebagian kecil artikel ini--tidak boleh seluruhnya -- untuk dimuat di situs lain dengan menyebutkan link dan sumber. Apabila ditemukan copy/paste seluruh artikel atau tanpa menyebutkan sumber, akan diajukan ke DMCA Google Complaints supaya di-banned dari Google search. Harap maklum.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar