Selasa, 21 Mei 2013

TEKNIK MANAGEMENT PRODUKSI


XII. Teknik Management  Produksi
Oleh: H.Khaeruddin Khasbullah




XII.1. Pentingnya Teknik Management Produksi

Salah satu factor yang sangat menentukan berhasil atau gagalnya sebuah upaya produksi,
baik Weaving, Spinning atau atau produksi lainnya adalah sangat ditentukan oleh pengelolaan teknik management produksi  yang baik. Secanggih apapun mesin yang dipakai dan sepintar apapun tenaga kerja yang bekerja, akan gagal bila pengelolaan teknik management nya tidak mendapatkan perhatian yang memadai dan bekerja tanpa adanya target/ tolok ukur dan upaya perbaikan yang terus menerus. (endless improvement).

Banyak perusahaan dengan mesin serba canggih dan tenaga kerja yang terlatih baik tapi mengabaikan hal yang penting ini akhirnya harus collaps karena sering mengalami masalah- demi masalah yang terlambat di deteksi dan terlambat ditangani yang akhirnya menimbulkan kerugian yang teramat besar. Complain demi complain dan claim demi claim  akan dihadapi perusahaan yang mengabaikan management teknik yang baik.

Sebaliknya dengan teknik management yang baik, suatu sarana produksi yang memiliki kemampuan terbatas akan dapat menghasilkan kualitas dan produktifitas yang lebih baik, bahkan dapat mensejajarkan diri dengan hasil produksi dengan kondisi sarana dan prasarana yang lebih baik dan lebih canggih.
Restrukturisasi/ peremajaan mesin adalah perlu, namun mesin baru dan canggih tanpa management teknik yang baik akan kacau balau. Pepatah mengatakan: “The man behind the gun”. Kemenangan perang itu ditentukan oleh factor kualitas serdadu yang mengelola senjata, bukan oleh kecanggihan senjatanya. 

X.2. Adanya Tolok Ukur, Pengawasan dan Tindakan Perbaikan Yang Berkesinambungan.

Pada dasarnya teknik management yang dimaksud adalah pengawasan terus menerus dan tindakan yang harus dilakukan segera setelah membandingkan SUATU TOLOK UKUR TERTENTU dibandingkan dengan hasil yang dicapai.

Tolok ukur atau target harus ditetapkan berdasarkan perhitungan (fixed calculation), bukan asal dikeluarkan angka tanpa alasan logis scientific, dan harus selalu di tinjau ulang bila sebuah target terlampaui. Tindakan perbaikan terus menerus tanpa ending harus selalu diupayakan. Upaya perbaikan tanpa henti ini sangat terkenal diterapkan di Jepang dengan sebutan KAIZEN.

Form- form yang praktis dan mudah dianalysis harus diciptakan dan dijaga penggunaannya. Alur kerja atau Flow Process form tersebut sebaiknya ditampilkan disisi lembar form tersebut. Perubahan form boleh saja dilakukan setelah melakukan kajian dan percobaan berulang- ulang dilapangan. Intinya jangan mudah mengganti form. Apalagi menghentikan pemakainnya tanpa sepengetahuan pimpinan.

Pertemuan- pertemuan khusus harus rutine dilakukan secara berkala yang harus dipatuhi waktu dan kehadirannya untuk “membaca” dan meng- evaluasi situasi yang sedang terjadi di arena produksi dan segera melakukan tindakan perbaikannya seraya menilai berhasil atau tidaknya “ACTION” yang telah dilakukan sebelumnya. Teknik- teknik jenis pertemuan seperti ini sangat banyak dan beragam, diantaranya dengan teknik TQC yang terkenal itu.

Pada pertemuan tersebut keputusan apa, tindakan apa, batas waktu dan siapa penanggung jawabnya harus ditetapkan dengan jelas. Dibawah ini diberikan contoh notula khusus sebuah pertemuan evaluasi produksi.

NOTULA MEETING PERBAIKAN: 29- FEBRUARI- 2013


No

Masalah

Tolok Ukur

Pencapaian

Tindakan

Penanggung Jawab

Batas Waktu
1






2
Putus pakan tinggi





Dst.
1.5 x /jam/mesin
5  x / jam /mesin
1.Take Up  Sizing terlalu tinggi.

2.Main Nozle tak lurus
P. Tumon.


P. Uga
12-12-12


10-11-12


X.3. Kemampuan Di Telusuri (Tracking Ability)

Suatu hal yang amat penting dan harus mendapat perhatian serius adalah tentang methode dan system penyimpanan data, lebih- lebih jika suatu perusahaan melayani atau bekerjasama dengan  customer dari mancanegara. Setiap barang yang kita kirim harus tercatat dengan Lot dan code produksi yang jelas bahkan harus bisa ditelusuri dengan mudah siapa operatornya, siapa inspectornya, kapan diproduksi, dengan bahan apa saja ia diproduksi, dan siapa saja vendor yang mensupport hasil produksi yang kita eksport itu, bahkan sampai pada satuan terkecil. Kecepatan menemukan segala data yang diperlukan itu atau yang biasa disebut Tracking Ability adalah mutlak diperlukan dan akan sangat menentukan image suatu perusahaan dimata para customernya. Perusahaan terkenal mancanegara hanya mau bekerjasama dengan perusahaan- perusahaan yang memiliki tracking ability yang tinggi.


X.4. Petugas Pengumpul dan Pengolah Data

Tentu saja untuk mendapatkan data yang cepat dan akurat, mau tidak mau harus disediakan beberapa tenaga yang memang dididik untuk itu. Kecepatan dan keakuratan data yang mereka sajikan, akan sangat menentukan tepat tidaknya langkah yang akan diambil oleh team tersebut diatas.

Harus dicatat bahwa seburuk apapun hasil suatu pekerjaan, harus disajikan seutuhnya tanpa rekayasa, karena DATA DIKUMPULKAN BUKAN UNTUK DISIMPAN, NAMUN AGAR DAPAT  DIAMBIL TINDAKAN YANG TEPAT UNTUK MENCAPAI HASIL YANG LEBIH BAIK.

Hanya para tenaga yang memiliki kejujuran dan ketelitian dalam penyajian data saja yang dapat bekerja pada bidang ini.

Dibawah ini diberikan contoh data apa saja yang perlu DIGALI secara terus menerus secara berkesinambungan dan dianalisis untuk dapat diambil TINDAKAN yang tepat pada suatu industry tekstil department PERTENUNAN.

Data- data tersebut dipergunakan sebagai bahan MEETING/ EVALUASI BULANAN yang wajib dihadiri oleh Top Management dan para penanggung jawab unit masing- masing.

  
DATA & CONTROLE SHEET

NO
ITEM
Rata- rata pencapaian tahun lalu
Januari
31
Februari  


I
AGST
SEPT
OKT
NOV
DES








28
30
31
30
31
31
30
31
30
31

1
 Total Effisiensi (%)












2
 A.Grade (%)













3
 Waste (%)













4
 Produksi (Mtr)













5
 Produksi (Kg)













6
 Produksi Konversi (Mtr)












P
7
 Meter/Orang/Hari












R
8
 Orang/Mesin












O
9
 Sizing Rupiah/Meter












D
10
 Sizing Rp/Mtr atau Rp/Kg












U
11
Y
B
 R.30












K
a
r
 CVC 45













r
e
 Cotton CD.40












S
n
a
 PE.30












I

K
 PE.25













12
Y
L
 Lusi













a
o
 Pakan













r
o
 Total













n
m















13
 Pemakaian Benang (%)













14
 Rata-rata Pick













15
 Rata-rata RPM













16
 Complain (x)













17
 Claim (Rupiah/Dollars)












E
18
 Rp/KWH Listrik












N
19
 Daya Listrik (KWH)












G
20
 % Actual KW












I
21
 Water Quality Softener (Ppm)












N
22
 Water Quality Sandfilter (Ppm)












E
23
 Pemakaian Air Softener (M3)












E
24
 Pemakaian Air Sandfilter (M3)












R
25
 Temperature Wet/Dry (*C)












I
26
 Humidity (RH)












NG
27
 Pemakaian Gas (M3)













28
M
Po
 Produksi













a
w
 Engineering













n
e
 Adm & Keu














r
 Total













29
A
H
 Produksi













b
a
 Engineering












P
s
r
 Adm & Keu












E
e
I
 Total












R
n
%














S
30
K
K
J
 Produksi












O
a
l
m
 Engineering












N
r
r
l
 Adm & Keu












A
y

%
 Total












L
31
K
M
 Produksi












I
a
s
 Engineering












A
r
k
 Adm & Keu













y

 Total













32
Le
%
L
 Produksi












F
m
L
m
 Engineering












I
b
b
 SDM & Umum












N
u
r
 Exim,Gd & Acc













r


 Satpam












PURCH
33
 Sisa PP (Emergency/Biasa)













34
 Penyelesaian  (%) Emerg/Biasa












G
35
 Stock Grey (Mtr) Total












D
36
 Stock Grey (Mtr) Makloon












G
37
 Stock Benang (Kg) Total













38
 Stock Benang (Kg) Makloon












EXIM
39
 Pengiriman Export (Mtr)













40
 Pengiriman Lokal (Mtr)
















 A4 (Rim)













41
B
P
C
 F4 (Rim)













I
h
o
 A3 (Rim)












S
a
o
p
 Total












K
y
t
y
 A4 (Rp)












R
a
o

 F4 (Rp)















 A3 (Rp)
















 Total
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar