Rabu, 03 Desember 2014

CORE SPUN YARN

Core Spun Yarn 

I. Apa artinya Core Spun Yarn atau Poly Core?

Suatu benang di mana benang dasar benar-benar dibungkus dengan benang kedua.
Rawr Denim menjelaskan tentang anatomi  Core (inti) Spun (dipintal) Yarn (benang) sebagai berikut:

Benang CSY atau "Polycore", benang dibuat dengan memutari/ melapisi benang inti (biasanya poly urethane fillament) sebagai pusatnya dengan lapisan serat lain, biasanya terbuat dari polyester untuk kekuatan ekstra, atau bisa serat apapun sesuai kebutuhan.

Hasilnya adalah sehelai benang dengan INTI (core) berada didalamnya, hasilnya adalah 40% sampai 50% lebih kuat dari benang Spun biasanya dari berat yang sama, dan mengurangi jumlah jahitan rusak ketika menjahit jahitan dan keliman pada kain denim (Celana Jeans, dsb)
.Diagram of core spun yarn:
Raw Denim Term - Core Spun Yarn


II. Proses

II.a. Proses Warping.

Proses warping dilakukan dengan kecepatan rendah, separoh kecepatan standard yang biasa dipakai (tergantung mesin/ system creel yang dipakai, apakah memakai air tension seperti pada mesin Benninger atau memakai disc washer pada mesin warping yang lain.).
Demikian juga proses penggulungan harus dilakukan dengan speed yang stabil dan konstan karena berpengaruh pada tegangan.

II.b. Proses Sizing

Yang penting dalam penganjian benang CSY adalah:

1- Tegangan tidak boleh melebihi ambang daya mulurnya.
2- Panas pengering tidak boleh mematikan daya mulur benang tersebut, yakni maksimum 110 derajat celcius untuk core polyurethane.
3- Resep sesuai bahan dasar serat benang dari Penutup Core.

Contoh:

Benang CD20CSY/70d X CD16. 30 X 32 X 50"
Resep:
Total solution = 1000 liter
PVA K-17 = 38 kg
Corn Starch = 23 kg
Wax = 5 - 6 kg
Temperatur Size Box = 95 derajat celcius.
Viscosity = 7,5 ~ 8 detik.
Temperature Drying Cylinder = 110 derajat celcius.
Speed maximum = 90 y/menit.
Draft = 1,5%


III. Benang CSY untuk pakan.

Benang CSY cukup mengalami masalah jika memakai Air/ Water  Jet Loom, namun jika memakai mesin shutle atau rapier maka kesulitan itu tidak akan terjadi.
Masalah terpenting adalah: jika mesin stop, akan diperlukan Continuous Blow pada main nozle agar benang pakan tidak lepas dan tetap pada tempatnya. Namun tekanan angin continuous blow yang berlebihan akan membuka lapisan yang menutup core, sehingga terjadi lepas dan putus. Untuk mengatasi masalah ini, pengaturan tekanan continuous blow harus dilakukan dengan tekanan sekecil- kecilnya namun benang tidak keluar dari main nozle.



KHD, 03- Desember- 2014, dari berbagai sumber dan pengalaman lapangan.









Source: stphilsaleveltextilesdept.blogspot.com
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=10&ved=0CEkQFjAJ&url=http%3A%2F%2Fwww.fibtex.lodz.pl%2F2010%2F4%2F39.pdf&ei=ZHh-VM_7BoWXuASM8oHgAw&usg=AFQjCNFbikYj_5oS0OeVWVT5Zp9qT3A1qw&sig2=FiQ29VTxB33uyzSGabQUqg&bvm=bv.80642063,d.c2E

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar