Kalimat
Pembuka
Kumpulan rumus matematika, fisika atau kimia sudah
banyak beredar. Namun kumpulan rumus dan hal- hal yang berhubungan dengan dunia tekstil masih
terasa kurang sekali.
Kami
yakin atas segala keterbatasan penulis, akan banyak ditemukan beberapa hal yang
memerlukan koreksi, oleh karena itu kritik dan saran dari para ahli sangat kami
nantikan untuk sempurnanya tulisan ini. Untuk itu kami ucapkan banyak
terimakasih.
Penulis
berharap mudah- mudahan usaha yang sederhana ini bermanfaat dan dapat merupakan
sedikit sumbangsih penulis dalam ikut mendukung
peningkatan sumber daya manusia Indonesia khususnya di dunia tekstil yang terus berkembang.
Semoga
Allah memberkati. Amin.
Penulis:
(H. Khaeruddin)
Kata Sambutan
Direksi
PT.Guna Kadota Manunggal, Karawang.
Dari pertama kali saya mendirikan perusahan, saya
ingin Kadota Maju, Karyawan maju dan Indonesia maju. Untuk itu saya selalu
mendukung adanya Continuous Training dan Continuous upgrading untuk segenap
para karyawan.
Saya selalu memberi kesempatan kepada setiap karyawan
untuk maju. Karena kalau karyawan maju, perusahaan maju dan Indonesiapun maju. Oleh karena itu
saya sangat gembira dan menghargai upaya saudara H. Khaeruddin yang telah mau menuangkan pengetahuan dan ilmu
tekstil nya yang berharga kedalam sebuah “Buku Panduan” yang cukup memadai dan
praktis, yang dapat sangat memudahkan
pekerjaan kita sehari- hari dan dapat menambah Know How serta dapat
meningkatkan efektifitas dan kualitas kerja kita di Industri tekstil.
Saya mengharap semua karyawan dapat memiliki buku ini
untuk panduan kerja sehari- hari dan untuk kemajuan masing- masing karyawan
sendiri dalam upaya meningkatkan karir mereka masing- masing serta untuk
kemajuan kita bersama.
Karawang, 02- Februari- 2010 
(Kazuto Hayashi)
Presiden Director
)))))))))))))))))))))0(((((((((((((((((((((
PADA LAMAN- LAMAN MAKALAH TEKSTIL INI, GAMBAR- GAMBAR TEKNIK DAN ILUSTRASI- ILUSTRASI MUNGKIN TIDAK DAPAT DITAYANGKAN SECARA SEMPURNA
))))))))))))))))))))))0(((((((((((((((((((((((((
Teknologi Textil
Oleh:
H.Khaeruddin Khasbullah
I. Pendahuluan.
Bila ditinjau dari aspek sejarah, manusia sudah mengenal
bahan tekstil sejak manusia membutuhkan suatu pelindung, baik untuk melindungi
diri mereka dari keganasana cuaca dan iklim serta gigitan serangga, maupun
suatu bahan pelindung yang dapat melindungi mereka dari terbukanya aurat
mereka. Kita mengenal “sejarah” tatkala Adam dan Hawa menutup aurat mereka
dengan dedaunan tatkala mereka turun dari sorga atau kissah tentang Gatotkaca
yang memakai baju Antakusuma , Sebuah “rompi anti senjata” yang diberikan
“dewa” agar dia sakti mandraguna tak mempan senjata.
Maka melihat untuk apa dan dengan tujuan apa sebuah bahan
tekstil dipakai, sebuah produk tekstilpun dirancang dengan menggunakan aneka
bahan yang dibutuhkan dan selalu berkembang dan disesuaikan dengan teknologi
dan kemajuan zaman .
Bahan “parachute” misalnya, dirancang harus: ringan, kuat,
tahan cuaca dan tahan air. Maka dipilihlah bahan Nylon untuk keperluan
tersebut.
Parachute adalah salah satu produk tekstil
Parachute adalah salah satu produk tekstil
Bahan kain untuk perban, misalnya. Ia harus dari bahan
organic, mudah disucihamakan dan dapat menyerap cairan tubuh dengan baik. Ia
tidak perlu kuat karena ia akan selalu dibuang dan diganti secara periodic.
Maka untuk keperluan tersebut dipilihlah dari bahan kapas (Cotton) yang alami.
Kain untuk pembalut kabel atau Gum Taped harus memenuhi
syarat: mudah disobek secara melintang tetapi harus kuat secara membujur
setelah kain dalam bentuk roll. Maka untuk benang yang membujur (disebut LUSI) dipilihlan bahan viscouse rayon atau
bahan lain yang setara, yang rapuh agar mudah putus bila disobek, sedangkan
benang yang melintang (disebut Pakan)
dipilihlah polyester filament yang kuat.
Kain untuk jok pesawat terbang harus memenuhi syarat tidak
mudah terbakar dan bila kena api tidak mengeluarkan gas bersifat racun yang
dapat membahayakan penumpang pesawat. Maka dipilihlah bahan bahan yang “ self
extinghuised” dan bahan bahan lain yang sesuai.

Rompi anti peluru dari serat Poly Aramid
II. GAMBARAN UMUM TEKNOLOGI PERTENUNAN
(Weaving Teknologi).
Proses pembuatan kain.
II.1. Secara garis besar pembuatan kain bisa dilakukan
dengan 4 cara:
a.
Proses pertenunan (Weaving process)…seperti kain
sarung
b.
Proses perajutan (Knitting process)…....seperti
kaos oblong
c.
Proses Kempa (Velting process)……….seperti topi
koboy
d.
Process lelehan (Melting process)……..seperti
plastic sheet
e.
Proses campuran. Misal Rajut Lusi, Cloth Tape
dsb
II.2. Penjelasan
2.a. Proses pertenunan, yaitu proses pembuatan tekstil
dengan cara me- nyilang nyilangkan benang (pakan) dengan pola anyaman tertentu
diantara benang- benang yang membujur (lusi) sehingga menjadi kain. Hasilnya
disebut kain tenun.
2.b. .Proses perajutan, yaitu proses pembuatan tekstil
dengan me- ngait ngaitkan benang satu sama lain dalam pola tertentu sehingga
menjadi kain. Hasilnya disebut kain rajut.
Gambar A= Tenun Gambar B= Rajut
2.c. Proses kempa yaitu dengan mencampur serat serat tekstil dengan suatu bahan perekat dan di pres/ kempa sehingga menjadi lembaran- lembaran kain tekstil. Hasilnya disebut kain Velt.
2.c. Proses kempa yaitu dengan mencampur serat serat tekstil dengan suatu bahan perekat dan di pres/ kempa sehingga menjadi lembaran- lembaran kain tekstil. Hasilnya disebut kain Velt.
2.d. Proses lelehan,
yaitu melelehkan suatu bahan tekstil, menggilasnya dengan rol dengan pola
tertentu agar tercapai ketebalan tertentu sesuai pola yang dikehendaki sehingga
menjadi lembaran- lembaran. Hasilnya disebut : Sheet.
Karena PT. Kadota Textile Industries hanya memproduksi bahan
tekstil dalam bentuk kain, maka pada makalah ini penulis membatasai diri hanya
membahas teknologi pembuatan kain (Weaving Teknologi).
Secara garis besar teknologi pertenunan dibagi dalam tiga
tahapan proses yaitu :
A. Proses Pembuatan Benang (Spinning Process)
B. Proses Pembuatan Kain (Weaving Process)
C. Proses Pewarnaan (Dying Process)
D. Proses Akhir (Finishing Process)
Proses III.C dan III.D biasanya disatukan dalam suatu unit
yang disebut unit Dying Finishing.
Dibawah ini adalah gambaran sederhana seluruh proses
pembuatan kain sejak proses pembuatan benang sampai proses pewarnaan dan
finishingnya, dengan disertai penjelasan singkatnya.
III. A. UNIT
PROSES: PEMBUATAN BENANG (UNTUK 30.000 MATA PINTAL)
Arus kerja (Flow)
|
Proses
|
Tujuan
|
Hasil
|
+/- Jumlah unit
|
1. Blowing
2.
Carding
3.
Drawing
Phase I
4.
Drawing
Phase II.
5.
Lap former.
6.
Comber.
7.
Roving
8.
Ring
Spinning
9.
Winding
10.
Checking
11.Heating/
Mosturising.
12.
Packing
|
Serat kapas disedot kemesin Carding.
Digaruk,
tarik, twist.
Serat
sliver ditarik Dan di pilin (drafting
&
twisting)
idem
sisir
sisir
Penarikan
(drafting)
Pelintiran
(twisting)
Dari
beberapa sliver can.
Drafting
terakhir
Twisting
terakhir.
Dari
beberapa jumlah Cop, digulung menjadi Satu Cheese/ Cones.
Memeriksa
kualitas/ Spec. benang.
Benang
di heat set. Benang di Adjust Wa ter content nya.
Dipacking
sesuai lot nya.
|
Sebagai umpan masuk mesin carding
Serat
sejajar satu sama lain
Bertahap
menu
ju
nomor yang
diharapkan
idem
sliver
lebih rata.
Gulungan lap untuk proses benang CM.
Benang
kualitas
tinggi.
Bertahap
menu-
ju
nomor yang-
diharapkan.
Dari
bobbin Roving
Sesuai spec be
nang yang diha
rapkan.
Sesuai
panjang/
berat
tertentu
Melalui
aneka test Laborat.
Temperature
dan lamanya waktu heat set &
Moisture
diatur maksimum standart yang diterima pasar.
|
Web sliver
Sliver
can
Dari
beberapa sli ver menjadi satu sliver (sliver can).
Idem
gulungan
lap.
gulungan
lap.
Digulung dalam ben tuk Bobbin Roving
Digulung dalam bentuk Cop.
Digulung dalam ben tuk cones/ cheese.
Disajikan dalam aneka data.
Unit Heat set
Unit R.H room
|
Catatan :
Perbedaan antara benang CARDING (garuk) dan benang COMBING
(sisir) adalah:
Benang carded: Melalui proses: blowing è carding è drawing (2 passage) è flyer è ring
spinning.
Benang .
Benang combed: Melalui proses: blowing è carding è persiapan combing (lap former) è combing èdrawing (2 passage) è flyer è ring
spinning.
Dari perbedaan urutan tersebut jelas benang combed prosesnya lebih panjang dari pada pada benang carded. Namun dari segi mutunya, benang combed lebih halus dan rata dibanding dengan benang carded. Tentu saja harganya juga lebih mahal, karena disamping prosesnya lebih panjang, waste nya juga biasanya lebih dari 20 %.
III.B. UNIT PROSES: PEMBUATAN KAIN /
PERTENUNAN (UNTUK 124 MESIN
AJL, PRODUKSI
KRANG LEBIH 1.200.000, RATA- RATA DENSITY 60)
Ada dua ARUS utama pada
proses pertenunan, yaitu arus proses untuk benang LUSI (warp) dan arus proses untuk benang PAKAN (weft).
Benang lusi adalah
benang- benang yang dianyam searah
panjang kain.
Sedang benang pakan adalah
benang- yang dianyam searah melebar
kain.

Pada pertenunan Non Shutle Loom, baik air jet loom, water jet loom maupun rapier atau projectile, benang dalam bentuk cheese langsung digunakan untuk pakan, tidak melalui proses apapun lagi. Sedang untuk shuttle loom, benang pakan harus diproses terlebih dahulu kedalam bentuk shuttle bobbin melalui mesin Bobbin Winder. (Tentang shuttle loom dan non shuttle loom akan diterangkan kemudian)
Arus
kerja (Flow)
|
Proses
|
Tujuan
|
Hasil
|
+/-
Jumlah unit
|
B1.Proses benang lusi
Warping
Sizing
Reaching
Tying
Loom
B2. Proses benang pakan.
(Bobbin Winder)
B3. Inspecting
Folding/ Rol
.
Ball press
|
Benang- benang
dari Cheese digulung kedalam satu beam warping
Bebeberapa
beam warping/benang dicelup kedalam larutan kanji.
Benang-
benang dimasuk- masuk kan melalui wire heald dan dropper.
Menyambung
tiap helai benang dengan PATERN tenunan lama.
Benang
lusi dan benang pakan ditenun dengan pola anyaman tertentu.
Benang dari bentuk bobbin dirubah ke bentuk
Cheese
Untuk mesin- mesin Shutleless loom, benang dari bentuk Cheese langsung dapat digunakan.
Kain- kain hasil tenunan
diperiksa kualitasnya
dan
dipisahkan sesuai grade
nya
Kain- kain hasil inspek
dilipat atau diroling. sesuai permintaan.
Kain lipatan dipress
.
|
Satu gulungan
benang
dalam
panjang dan jum-
lah tertentu.
Memperkuat benang sehingga tidak putus/ cacat saat
ditenun.
Supaya bisa dianyam sesuai yang dikehen daki.
Proses
ini dilakukan bila beam baru, identik konstruksinya dengan beam lama.
Terbentuk
menjadi lembaran kain dengan corak dan anyaman tertentu.
Hanya untuk mesin shuttle.
Bentuk pieces atau bentuk rol dengan ukuran dan
panjang sesuai permintaan.
Rol
atau lipatan
idem
|
Beam warping
Beam tenun
Beam
siap tenun.
Gulungan
kain
Bentuk bobbin.
Kualitas kain sesuai permintaan
Dimensi
, berat atau diameter sesuai spec dan permintaan
idem
|
|
III. C. UNIT
PROSES: DYING FINISHING, UNTUK PRODUKSI KURANG LEBIH
2000.000 METER.
III. C. UNIT
PROSES: DYING FINISHING, UNTUK PRODUKSI KURANG LEBIH
2000.000 METER.
Arus Kerja
|
Proses
|
Tujuan
|
Hasil
|
+/- Jumlah Unit
|
1.Grey
|
||||
2.Singeing &
Impregnating + Desizing
|
Bakar bulu,
enzyme, kimia, menghilangkan kanji.
|
Kilap
Daya serap
Merontokkan ikatan kanji.
|
Batch & Fold
dalam kereta process.
|
|
3.Washing
|
Cuci, hilangkan
obat kanji dengan penyabunan.
|
Idem
|
Idem
|
|
4.Scouring
Bleaching/ Drying.
|
Dimasak dengan
alkali
(soda abu) CaO Cl3
(kapur chlor) dan peroksid lainnya seperti H2O2 atau KmnO4 (Kalium
permanganate).
|
Hilangkan lemak alami.
Hilangkan
pigment/warna alami.
|
Idem
Idem
|
|
5.Mercerizing,Drying
+ Regangan.
|
Proses alkali
(NaOH- soda api) dalam 38 derajat Be
|
Serat menggelembungè efek kilau
Daya serap naik
Stabilisasi dimensi.
|
Idem
|
|
6.Heat setting
Yakni:
.Heat setè white
Heat setè Dying
Heat setè Printing
|
Pemanasan dengan
suhu tertentu.
Sesuai permintaan.
|
Menetapkan dimensi
tertentu.
Proses white = putih saja.
Dying = warna tunggal
Printing = sesuai pola.
|
Idem
|
|
7.Washing
&Drying
|
Cuci, hilangkan
sisa- sisa proses.
|
Bersih.
|
Keterangan: Proses
1- 7 =
PFP è
artinya:
(P) = Pretreatmentready (F)or (P)rint = PFP.
|
|
8. Resin Finish
& Stenter.
|
Penambahan zat
resin (pliskert). Proses polymerisasi bahan resin/ celupan.
|
Sesuai efek yang
dibutuhkan.
Zat resin dan obat celup
mengalami fitsasi (menetap pada kain).
|
Bentuk batch/ fold
dalam kereta proses.
|
|
9.Calendering
|
Penghalusan
|
-
Kain licin
mengkilap
|
||
10.Emerizing
|
Penghampelasan.
|
-
Kain berbulu.
|
||
11.Sanforizing.
|
Anti susut
|
-
Susut kain
dibawah 1%.
|
Kain dalam bentuk
ROL.
|
|
12.Inspecting/Folding
|
Sesuai grade/ lot.
|
Kain dalam bentuk
ROL.
|
||
13.Labelling
|
Pada waktunya nanti akan
diterangkan dengan agak jelas masing- masing proses, diawali dengan terlebih
dahulu memperkenalkan bahan baku yang sering digunakan dalam dunia tekstil.
(Next:Bahan-Baku-Tekstil:http://www.blogger.com/blogger.g blogID=2422526858005777879#editor/target=post;postID=168943662554426810)
Apabila Anda mempunyai kesulitan dalam pemakaian / penggunaan chemical , atau yang berhubungan dengan chemical,oli industri, jangan sungkan untuk menghubungi, kami akan memberikan solusi Chemical yang tepat kepada Anda,mengenai masalah yang berhubungan dengan chemical.Harga
BalasHapusTerjangkau
Cost saving
Solusi
Penawaran spesial
Hemat biaya Energi dan listrik
Mengurangi mikroba & menghilangkan lumut
Salam,
(Tommy.k)
WA:081310849918
Email: Tommy.transcal@gmail.com
Management
OUR SERVICE
1.
Coagulan, nutrisi dan bakteri
Flokulan
Boiler Chemical Cleaning
Cooling tower Chemical Cleaning
Chiller Chemical Cleaning
AHU, Condensor Chemical Cleaning
Chemical Maintenance
Waste Water Treatment Plant Industrial & Domestic (WTP/WWTP/STP)
Garment wash
Eco Loundry
Paper Chemical
Textile Chemical
Degreaser & Floor Cleaner Plant
2.
Oli industri
Oli Hydrolik (penggunaan untuk segala jenis Hydrolik)
Rust remover
Coal & feul oil additive
Cleaning Chemical
Lubricant
3.
Other Chemical
RO Chemical
Hand sanitizer
Disinfectant
Evaporator
Oli Grease
Karung
Synthetic PAO.. GENLUBRIC VG 68 C-PAO
Zinc oxide
Thinner
Macam 2 lem
Alat-alat listrik
Packaging
Pallet
CAT COLD GALVANIZE COMPOUND K 404 CG
Almunium