FISIK &
MUTU BENANG
B.1. Hubungan Fineness
dengan Tensile Strength

Fh (cN)
Rumus : Rh = ------------
Ttv (tex)
Dimana: Rh = Fineness dan hubungannya dengan tensile
strength dalam cN/tex
Fh =
maximum tensile strength dalam cN
Ttv
=fineness dalam tex.
Contoh : Fh = 177,2 cN
Ttv= 24,6 tex
177,2
Maka
: Rh = --------- = 7,2 cN
tex.
24,6
B.2. Breaking force
/Single Yarn Strength :

Adalah suatu ukuran kekuatan yang dibutuhkan untuk dapat
memutuskan SATU HELAI benang dihitung dalam centi Newton per tex. Sample
biasanya diambil dalam dua puluh kali pengukuran dan kemudian di rata- rata.
Breaking force = 180 cNtex artinya dibutuhkan kekuatan
sebesar 180 cN untuk dapat memutus benang nomor satu tex.
Catatan : 1 Newton
adalah besarnya gaya yang diperlukan untuk membuat benda
bermassa 1 kilogram untuk mengalami percepatan 1 meter/ detik.
1
newton = 1 kg m/s² = 0,10197
kilopoung(kgf) = 0,22481 lbf.
1 kgf
(1 kp) = 9,80665 Newton.==è( 1 / 0,10197 = 9,80665 N)
B.3. R.K.M (Reisskilometer).
Yaitu berapa panjang benang (dalam satuan kilo meter) dimana
benang tersebut putus karena menahan bobotnya sendiri. RKM = 2 artinya benang
tersebut putus setelah menahan beban benang itu sendiri sepanjang 2 kilometer.
B.4. Tenacity :

Yaitu suatu ukuran kekuatan (gaya) yang dibutuhkan untuk
dapat memutuskan 1 lea (590 meter) benang, dihitung dalam gram/ kg force. 1 kgf
= 9,80665 Newton.
B.5. cN tex ç=====è Rkm
n RKM = n x 1,0197 cN/tex
590
n RKM = n x 1,0197 x 1,02 x -------- kgf
Ne
Contoh:
Ada benang Ne 30 rayon ditest disuatu laborat, RKM nya =
165.
-Berapakah nilai single yarn strength nya?
-Berapakah nilai tenacity nya?
Jawab: - Single Yarn strength :
Rumus: n RKM = n x 1,0197 cN/tex
Ada
benang strength nya = 165 Rkm.
Tanya
: Strength nya dalam cN tex?
Single
yarn strength = 165 x 1,0197 cNtex = 168,25 cNtex.
-
Tenacity : Rumus:
590
n RKM
= n x 1,0197 x 1,02 x -------- kgf
Ne
590
165 x
1,0197 x 1,02 x -------- kgf = 3.375
kgf.
30
Contoh lain:
Ada benang Tenacity nya = 20 Cn/tex.
Berapa Tenacity nya dalam RKM?
Jawab : Kita pakai rumus Breaking Strength.
n RKM
= n x 1,0197 cN/tex
m
m
cN/tex = ----------- Rkm.
1,0 197
20
Bila Tenacity nya = 20 cN/ Tex, maka dalam system Rkm =
------------ = 19,6 Rkm.
1,0197
Contoh lain:
Benang 30s Yarn strength nya 365 Rkm. Berapa yarn strength
nya dalam Kgf?
Jawab:
Rumus =
590
n RKM
= n x 1,0197 x 1,02 x -------- kgf
Ne
590
365
Rkm = 365 x 1,0197 x 1,02 x ---------- Kgf = 7466,14 Kgf
30
B.6. Lea Strength
1 lea = 120 yads. Lea Strength adalah kekuatan tarik 120
yards benang yang digulung dalam 80 untaian (panjang untaian +/- 120 yds/ 80/2
= 0,75 yds), diukur dalam lbs.
Makin tinggi nilai Lea Strength, berarti benang makin baik.
B.7. Imperfection (ketidak
sempurnaan)
Ketidak sempurnaan atau ke tidak rataan benang adalah total
jumlah thin (tipis), thick (tebal) dan neps (benjolan) dalam ukuran tertentu
dalam 1000 meter benang.
B.8. Thin places (benang
tipis).
Thin places adalah suatu tempat pada bagian benang yang
mengalami pengecilan -50% dari rata rata diameter benang seharusnya.
B.9. Thick palece (benang tebal).
Thick places adalah suatu tempat pada bagian benang yang
mengalami penebalan 50% lebih dari rata- rata diameter nya.
B.10. Neps (butiran benjolan)
Nep adalah adanya pembesaran 200% lebih dari diameter rata-
rata benang yang terjadi pada suatu titik bagian benang dengan panjang minimal
1 mm. Neps sering disebabkan oleh terbawanya kumpulan waste fiber yang
terkumpul pada daerah yang dilewati benang. Dengan demikian. Cara mengatasi
neps paling utama adalah dengan meningkatkan kebersihan mesin.
Makin sedikit jumlah TOTAL
IMPERFECTION, berarti benang tersebut makin baik.
Berikut ini standard total imperfection yang dianjurkan
untuk masing- masing jenis proses pembuatan benang:
Imperfections
|
Ring- spun- yarn
|
Rotor- spun- yarns
|
Thin places
|
-50%
|
-50%
|
Thick places
|
+50%
|
+50%
|
Neps
|
+200%
|
+280%
|
B.11. Uster% (U%).

Uster% adalah ukuran ketidak rataan sliver/roving atau
benang. Nilainya adalah variasi dalam berat (grams) pada tiap satuan panjang.
Makin rendah nilai U%, berarti benang makin baik.
B.12. Ketidak rataan U%.
(Uster Eveness in%/ UE%)

Ini adalah ukuran prosentasi variasi dari KETIDAK SEMPURNAAN
(imperfection) dari sehelai benang.
Makin rendah UE% sehelai benang, berarti makin baiklah ia.
B.13. Derajat bulu (Degree
of Hairiness/ dH).

Derajat bulu adalah berapa banyak bulu (yaitu serat yang
keluar dari badan benang) seukuran 1 mm atau lebih dalam satu meter benang.
Hairiness 3,5 artinya dalam satu meter benang tersebut
terdapat rata- rata 3,5 helai bulu yang memiliki ukuran 1 mm lebih.
Dalam laborat hasil kanjian, derajat bulu diukur lebih
teliti dan dibagi dalam beberapa kelompok, yaitu: Kelompok 1 mm.
Kelompok 2 mm
Kelompok 3 mm
Kelompok 4 mm, dan
Kelompok 5 mm.
Untuk mesin air jet loom, standart benang setelah dikanji, derajat bulu 3 mm sebaiknya jangan lebih
dari 5 pcs/ meter.
Bila bulu 3 mm ternyata jumlahnya lebih dari 5 pcs / meter,
berarti covering factornya tidak cukup (penganjian jelek), dan akan menyebabkan banyak stop pakan.
B.14. Variasi Derajat Bulu
(sH).
Standart deviasi sH adalah nilai dari variasi derajat bulu.
Dalam satu batch, yang terdiri dari beberapa kelompok mesin dan beberapa
kelompok spindle dinilai variasi jumlah bulu permeternya. Makin kecil sH nya
berarti makin bagus benang tersebut.
B.14.1 Hubungan antara nomer benang dengan derajat
bulu.
Makin besar jumlah serat dalam bidang melintang benang
dengan twist yang tetap, akan makin banyak bulu yang mencuat dari permukaan
benang. Maka makin besar suatu benang, makin banyak pula bulunya.
B.15. Elongation% (Daya Mulur)

Daya mulur adalah kemampuan sehelai benang untuk mulur
dibanding dengan panjang aslinya.
Elongation 10%, artinya benang tersebut dapat ditarik sampai
panjangnya lebih 10% dari panjang aslinya sampai benang tersebut putus.
Daya mulur ini ditentukan atas dasar pemakaian dan
permintaan customer. Pabrik Rajut biasanya menentukan specifikasi. mulur yang
lebih disbanding pabrik tenun.
B.16. Classimat Fault.

Classimat fault adalah rata- rata nilai keseluruhan
(summary) dari random test (uji petik)
terhadap 23 type pengujian pada laboratorium spinning terhadap suatu produk
benang dengan menggunakan Uster Classimat System.
Tiap- tiap pabrik spinning akan menentukan criteria
penilaian mana yang akan dipakai sebagai standart kualitas pabrik tersebut.
1
|
2
|
3
|
4
|
|
A
|
||||
B
|
||||
C
|
||||
D
|
B.17. Uniformity Ratio
(Rasio keseragaman)
Rasio keseragaman adalah ratsio 50% Span length dibanding
2,5% Span Length.
B.18. 2,5% Span Length

Yaitu jarak 2,5%
ujung serat benang yang lebih dari batas Klem yang menjepit dari rata-
rata panjangnya.
Dimana ketentuannya adalah sbb:
Kurang dari 1.00
|
Serat pendek
|
1.00 ~ 1.14
|
Sedang
|
1.15 ~ 1.29
|
Serat panjang
|
Lebih dari 1.29
|
Sangat panjang
|
B.19. 50% Span Length.
Yaitu jarak 50% ujung
serat benang yang lebih dari batas Klem yang menjepit dari rata- rata
panjangnya.
Maka 50/2,5 Uniformity Ratio ketentuannya adalah sebagai
berikut:
Kurang dari 42
|
Keseragamannya sangat rendah
|
42 ~ 43
|
Keseragaman rendah
|
44 ~ 45
|
Keseragaman rata- rata
|
46 ~ 47
|
Keseragaman tinggi
|
Lebih dari 47
|
Keseragaman sangat tinggi
|
(Toyobo Textile Fibre)
B.20. Short Fibre Index
(SFI)
SFI adalah estimasi perkiraan kandungan serat serat pendek yang
terdapat pada serat katun. Nilainya adalah berapa persen jumlah berat kandungan
serat pendek pada total berat serat yang ada.
Dibawah ini Klassifikasi dan ketentuan tentang panjang
pendeknya serat, dengan basic staple length ¼ inchi (basic staple length ¼
inchi karena ada serat- serat cotton dengan panjang hanya ½ ~ 11/16 /serat Oomras India) :
Kurang dari 1.10
|
Serat pendek
|
1.10 ~ 1.24
|
Serat medium
|
1.25 ~ 1.39
|
Serat panjang
|
Lebih dari 1.39
|
Serat sangat panjang
|
B.21. Micronaire
(Kehalusan Serat)


Micronaire adalah suatu ukuran kehalusan serat, yaitu
perbandingan antara panjang dan penampangnya. Serat yang panjang dengan
penampang yang kecil adalah serat yang LANGSING dengan nilai micronaire rendah.
Sedang serat yang sama panjang dengan
penampangnya lebih luas adalah serat yang GEMUK, berarti nilai micronaire nya
tinggi. Serat yang langsing akan lebih
mudah dipintal daripada serat yang gemuk. Salah satu methode pengukurannya
adalah dengan menghembuskan angin pada segumpal serat kapas dengan ukuran dan
berat tertentu (50 grain , i.e.3.24 gram). Serat yang gemuk akan menghambat
udara lebih besar dari serat yang langsing, karena serat gemuk akan mengisi
ruangan lebih padat dari serat langsing.
Dengan methode hembusan angin ini berarti makin besar angkanya,
makin kasar seratnya. Berikut adalah standart batasan micronaire:
Micronaire
|
Ketentuan
|
Kurang dari 3,0
|
Sangat halus
|
3,0 ~ 3,6
|
Halus
|
3,7 ~ 4,7
|
Sedang
|
4,8 ~ 5,4
|
Kasar
|
5,5 lebih
|
Sangat kasar
Catatan:
Diijinkan untuk mengutip sebagian kecil artikel ini--tidak boleh seluruhnya -- untuk dimuat di situs lain dengan menyebutkan link dan sumber. Apabila ditemukan copy/paste seluruh artikel atau tanpa menyebutkan sumber, akan diajukan ke DMCA Google Complaints supaya di-banned dari Google search. Harap maklum. |
sangat membantu pakde tulisanya, smoga jadi amal baik, terus menulis dan mengamalkan ilmunya . selamt sukses
BalasHapusAutomatic Micronaire Meter, used to determine the micronaire value of cotton fibre. Micronaire Tester complies with ISO2403-1972, GB/T6498-2008, GB1103-2007, etc. You can get more informations at: www.testextextile.com/product/automatic-micronaire-meter-tb310/
BalasHapusSangat membantu pak tulisannya..terimakasih😊
BalasHapusMantab, ilmu ladang pahala lanjutkan 👍🙏
BalasHapusNhn ilmu nya tentang per benangan
BalasHapusAlhamdulillah terimakasih ilmunya
BalasHapus